Prinsip pendinginan
Perubahan kondisi dari bahan pendingin itu
mempunyai kemampuan merubah panas. Pada umumnya, alat pendingin (refrigerator)
mengoperasikan refrigerant untuk menghisap panas uadara disekelilingnya. Ada
berbagai macam cara kerja refrigerator ini:
1. Pendinginan dengan
mengabutkan panas
Cara ini akan membuat
bahan cair pendingin mudah dikabutkan, maka ketika ia akan melakukan proses pendinginan
ia akan menarik dan melepaskan panas dari bahan itu. Contoh system ini adalah:
- Vapor compression refrigerator
- Suction refrigerator
- Nitrogen refrigerator
2. Pendinginan denga
menghilangkan panas
Cara itu dilakukan dengan
menghisap panas (79.68kcal/kg) pada suhu 0• ketika es dicairkan.
3. Pendinginan dengan mensublimasi
panas
Cara itu digunakan pada es
kering, dimana es kering akan menghisap panas dari udara sekitarnya sehingga
membuat es kering itu menjadi gas.
Saat itu juga ia akan membuat panas udara disekitarnya menurun
karena suhu sublimasi dari es kering itu.
Kondisi refrigerant
- Titik didihnya rendah: Jika menggunakan bahan pendingin yang terlalu tinggi titik didihnya, tekanan hisapan compressor akan sangat rendah. Kemungkinan bahan yang dialirkan tercampur gas yang tidak dipadatkan dan bahan pendingin ini akan bocor jika perbedaan tekanan terjadi terlalu besar.
- Panas latent dalam menguapkan bahan pendingin ini harus tinggi: Jika panas latent saat penguapan tinggi, sungguhpun bahan pendingin ini tidak banyak diuapkan, pendinginan dapat dioperasikan secara efisien.
- Tekanan kondensasi harus selalu rendah: Jika tekanan gas itu terlalu rendah, maka gas yang tidak dikondensasi dapat dialirkan, tetapi jika tekanan gas terlalu tinggi, sistem itu akan mudah rusak.
-
- Volume uap airnya harus kecil: Semakin kecil volume uap air yang dihisap oleh compressor, maka semakin kecil juga jumlah uap air yang dikeluarkan.
- Gas yang dikeluarkan dari compressor harus rendah: Jika gas yang dikeluarkan compressor tinggi, maka tidak hanya efisiensi volume yang dikurangi tetapi juga oil akan jadi karbon atau dipastikan fungsi pelumasan akan dapat berkurang juga.
- Temperatur kritis harus cukup tinggi: Jika temperatur kritis rendah, hal itu tidak bisa digunakan sebagai bahan pendingin sebab bahan pendingin itu tidak dapat diuapkan.
- Karat yang rendah: Bahan pendingin tidak memerlukan bahan berkarat di dalam sistem itu.
- Non-conductor: Bahan itu selain harus tidak berkarat juga bukan pengantar, dan nilai voltase harus tinggi.

web blog boCiL pOsLe 

Post a Comment