Ketika
piston dan cylinder menjadi aus di atas batas, adalah penting
untuk mengganti cylinder block atau piston, atau untuk melakuan
'bore' ulang pada cylinder block atau cylinder liner dan menggunakan
oversize piston. Piston dan piston pin biasanya tersedia sebagai
perakitan piston.
- Ukuran standar, yang mengindikasikan diameter piston tertulis.
- Piston harus dipasang menghadap arah yang benar.
- Arah itu tertulis pada piston head.
- Sisi dengan tanda menunjukkan sisi depan.
- Lokasi tepat tulisan berbeda menurut model mesin.
STANDAR UKURAN PISTON
Ketika mesin dirakit, setiap standard
size piston diatur untuk setiap ukuran cylinder bore untuk
mencapai presisi celah piston.
Ketika angka bertambah besar, diameter piston meningkat 0.01 mm (0.0004 in.) unit.
Belakangan ini, mesin hanya mempunyai satu ukuran cylinder bore dan satu ukuran piston.
Ketika angka bertambah besar, diameter piston meningkat 0.01 mm (0.0004 in.) unit.
Belakangan ini, mesin hanya mempunyai satu ukuran cylinder bore dan satu ukuran piston.
OVERSIZE PISTON
Ukuran oversize piston ditentukan oleh keausan cylinder.
Normalnya, hanya 0.50 oversize piston tersedia sebagai supply part.
Nilai 0.50 di oversize piston berarti 0.50 mm (0.020 in.) lebih besar daripada standard size piston.
Selain oversize piston yang ditulis di atas, ada mesin yang memerlukan persediaan bagian untuk ukuran 0.75 dan 1.00.
Pada beberapa mesin, oversize piston tidak tersedia sebagai supply part.
Normalnya, hanya 0.50 oversize piston tersedia sebagai supply part.
Nilai 0.50 di oversize piston berarti 0.50 mm (0.020 in.) lebih besar daripada standard size piston.
Selain oversize piston yang ditulis di atas, ada mesin yang memerlukan persediaan bagian untuk ukuran 0.75 dan 1.00.
Pada beberapa mesin, oversize piston tidak tersedia sebagai supply part.

web blog boCiL pOsLe 

Post a Comment