Normal Mode
Responsive Mode

Harap Tunggu Proses Memuat Konten Halaman


Saturday, December 7, 2013

Visi (Vision)

Menurut Wibisono (2006, p. 43), visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Atau dapat dikatakan bahwa visi merupakan pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang. Dalam visi suatu organisasi terdapat juga nilai-nilai, aspirasi serta kebutuhan organisasi di masa depan seperti yang diungkapkan oleh Kotler yang dikutip oleh Nawawi (2000:122), Visi adalah pernyataan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam  produk dan pelayanan yang ditawarkan, kebutuhan yang dapat ditanggulangi, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita-cita masa depan. Visi yang efektif antara lain harus memiliki karakteristik seperti :
1.    Imagible (dapat di bayangkan).
2.    Desirable (menarik).
3.    Feasible (realities dan dapat dicapai).
4.    Focused (jelas).
5.    Flexible (aspiratif dan responsif terhadap perubahan lingkungan).
6.    Communicable (mudah dipahami).
Dengan kata lain visi dapat diartikan sebagai penyatuan tujuan dan sebagai pembentuk dasar budaya ( Corporate Culture )

Aksi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki empat arti, yaitu :
1.    Gerakan;
2.    Tindakan;
3.    Sikap (gerak-gerak, tingkah laku) yang dibuat-buat;
4.    Eelok sekali (tentang pakaian, tingkah laku, dan sebagainya) (Alwi, dkk, 2007: 22).
Aksi bisa diartikan  “ tindakan “ yang dilakukan oleh orang orang atau perorangan dalam setiap kehidupan sosialnya, sebagaimana max Weber mengemukakan tentang tindakan sosial dan antar hubungan sosial itu lima ciri pokok yang menjadi sasaran penelitian sosiologi :

  1. Tindakan manusia, yang menurut aktor mengandung makna yang subyektif. Ini meliputi tindakan nyata.
  2. Tindakan nyata dan yang bersifat membatin sepenuhnya dan bersifat subyektif.
  3. Tindakan yang meliputi pengaruh positif dari suatu situasi, tindakan yang sengaja diulang serta tindakan dalam bentuk persetujuan secara diam-diam.
  4. Tindakan itu diarahkan kepada seseorang atau kepada beberapa individu.
  5. Tindakan itu memperhatikan tindakan orang lain dan terarah kepada orang lain itu (Ritzer, 2002 : 38-39).
ADAPTASI (Mekanisme Penyesuaian Diri )

Beberapa pengertian tentang mekanisme penyesuaian diri ( Adaptasi ) antara lain:
  1. W.A. Gerungan (1996) menyebutkan bahwa “Penyesuaian diri adalah mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan, tetapi juga mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan diri)”.
Mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan sifatnya pasif (autoplastis), Sebaliknya, apabila individu berusaha untuk mengubah lingkungan sesuai dengan keinginan diri, sifatnya adalah aktif (alloplastis),
  1. Menurut Soeharto Heerdjan (1987), “Penyesuaian diri adalah usaha atau perilaku yang tujuannya mengatasi kesulitan dan hambatan”.
Adaptasi merupakan pertahanan yang didapat sejak lahir atau diperoleh karena belajar dari pengalaman untuk mengatasi stres. Cara mengatasi stres dapat berupa membatasi tempat terjadinya stres, mengurangi, atau menetralisasi pengaruhnya.
Adaptasi adalah suatu cara penyesuaian yang berorientasi pada tugas (task oriented).

Tujuan Adaptasi
1.    Menghadapi tuntutan keadaan secara sadar.
2.    Menghadapi tuntutan keadaan secara realistik.
3.    Menghadapi tuntutan keadaan secara objektif.
4.    Menghadapi tuntutan keadaan secara rasional.

Cara yang ditempuh dapat bersifat terbuka maupun tertutup, antara lain:
1.    Menghadapi tuntutan secara frontal (terang-terangan).
2.    Regresi (menarik diri) atau tidak mau tahu sama sekali.
3.    Kompromi (kesepakatan).

dari ketiga hal diatas " Visi, Aksi, Adaptasi " terkadang seseorang mengolok-olok karena mungkin lupa atau ketidaktahuan, dari cara pandang yang berbeda terdengar ucapan yang sanjung sanjung sayup pastinya karena pandangan mereka sejalan dan ada penyelesaian terbagi disimpang jalan, terencana dan tetap berpedoman itulah pondasi dari Visi, Aksi dan Adaptasi.

Perihal: Diterbitkan oleh: pada pukul 4:43 AM WIB

Baca Pula Artikel Terkait Dalam Kategori: .

Klik tombol "Like" bila Anda suka dengan artikel ini. Silakan poskan komentar agar saya dapat berkunjung balik ke blog Anda. Jika Anda ingin membaca artikel lain dari blog ini, maka silakan klik di sini untuk membuka daftar isi. Harap menyertakan https://anamtilu.blogspot.com/2013/12/visi-aksi-adaptasi.html dan atau mencantumkan tautan untuk artikel ini bila Anda menyalin sebagian dan atau keseluruhan isinya. Terimakasih.

Post a Comment